Cara Membuat Ubuntu Virtual Machine Di Microsoft Azure

Virtual Machine adalah sebuah file di dalam komputer atau sering disebut image yang memiliki perilaku dan bertidak seperti halnya komputer yang sering kita jumpai. Jadi virtual machine tidak memiliki hardware secara fisik, semuanya berjalan di dalam sebuah sistem operasi atau bisa dikatakan komputer di dalam komputer. Untuk kamu yang sering menggunakan virtualbox atau vmware maka aplikasi tersebut hanya membantu untuk mengkonfigurasi hardware komputer secara virtual dan menggabungkannya menjadi image yang bisa dijalankan seperti layaknya komputer pada umumnya di dalam komputer.

Saat ini sudah banyak sekali layanan cloud computing yang menawarkan layanan untuk membuat, menjalankan dan mengelola virtual machine, salah satunya yaitu Microsoft azure yang memungkinkan kita untuk menjalankan virtual machine oneline di internet 24 jam. Umumnya virtual machine disewa dari layanan cloud computing digunakan untuk menghosting website atau sekedar membuat vpn server. Tapi di artikel ini kita hanya akan membuat virtual machine untuk sekedar pembahasan semata atau sekedar menikmati memiliki komputer personal di lain tempat yang bisa di akses di mana saja. Tanpa berlama - lama, langsung saja ke langkah - langkah membuat vm di azure.

Cari Layanan Virtual Machine

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah masuk ke Azure portal, dianjurkan telah memiliki akun dan subscription untuk dapat menggunakan layanan tersebut. Setelah masuk, kamu bisa mencari layanan tersebut langsung di daftar layanan atau mengetikkan Virtual Machine di kolom pencarian seperti di tampilkan pada gambar 1.1 dibawah ini.

Cari Virtual Machine
Gambar 1.1 : Mencari layanan virtual machine

Selanjutnya pada halaman virtual machines, klik menu add pada kiri atas menu seperti ditunjukkan pada gambar 1.2 dibawah ini.

Gambar 1.2 : menambahkan virtual machine baru
Gambar 1.2 : menambahkan virtual machine baru

Membuat Virtual Machine

Isi form yang muncul pada halaman virtual machine. Pada contoh disini resource group yang kita buat diberi nama Komputerku dan Nama virtual machine diberi nama Komputer-1. Pilih Image, Size serta pilihan login akun administrasi dan username sesuai keinginan dan pilihan lainnya bisa di abaikan apa adanya. Pada contoh disini kita memilih Image Ubuntu server, Size B1_s dan login menggunakan ssh seperti pada gambar 2.1. Direkomendasikan untuk memilih opsi login menggunakan password jika kamu ingin mengakses vm-nya dari berbagai perangkat berbeda.

Gambar 2.1 : Konfigurasi Dasar
Gambar 2.1 : Konfigurasi Dasar

Setelah selesai mengisi konfigurasi dasar VM, klik menu next dibagian bawah halaman. Yang akan memandu kamu ke langkah selanjutnya yaitu mengkonfigurasi atau memilih penyimpanan Hardisk untuk digunakan pada Vm. Pada situasi umumnya pilihan default seperti ditampilkan pada gambar 2.2 adalah yang biasa saya digunakan, kamu bisa menyesuaikannya jika diperlukan.

Gambar 2.1 : Konfigurasi Penyimpanan Hardisk
Gambar 2.1 : Konfigurasi Penyimpanan Hardisk

Selanjutnya pada pengaturan jaringan, cukup layak untuk digunakan untuk kebutuhan uji coba, kecuali jika diperlukan kebutuhan khusus dimana pengaturan default (seperti pada gambar 2.2 ) kurang memenuhi untuk digunakan.

Gambar 2.2 : Konfigurasi Jaringan
Gambar 2.2 : Konfigurasi Jaringan

Selanjutnya pada pengaturan pengelolaan vm, seperti monitoring sistem, auto shutdown, auto update, patch dan lainnnya (ditunjukkan pada gambar 2.3) terkait pengelolaan kesehatan sistem dapat di sesuaikan jika diperlukan. Pada contoh ini cukup kita biarkan apa adanya.

Gambar 2.3 : Konfigurasi Pengelolaan Sistem
Gambar 2.3 : Konfigurasi Pengelolaan Sistem

Pada Konfigurasi lanjutan, kita bisa menambahkan script, extension, aplikasi tambahan untuk dijalankan setelah VM selesai dibuat. Disini kita cukup melewati langkah tersebut sesuai pengaturan default seperti pada gambar 2.4.

Gambar 2.4 : Konfigurasi Lanjutan
Gambar 2.4 : Konfigurasi Lanjutan

Selanjutnya pada konfigurasi Tag adalah tempat menambahkan nama untuk membantu kita mengelola, mengkategorikan, dan melacak penggunaan sumber daya yang kita gunakan. Karena kita hanya membangun satu VM, kita tidak perlu mengisi apa pun pada langkah ini (ditunjukkan pada gambar 2.5) dan lanjut ke langkah berikutnya.

Gambar 2.5 : Konfigurasi Tag
Gambar 2.5 : Konfigurasi Tag

Seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2.6, langkah terakhir yaitu meninjau parameter virtual machine yang kita buat. Disini kita dapat mengetahui apakah konfigurasi yang kita buat sudah sesuai atau masih ada error yang perlu diperbaiki dan juga informasi perhitungan biaya yang kita gunakan untuk menjalankan virtual machine yang kita buat. Klik tombol Create jika pengaturan sudah sesuai dengan yang kita inginkan.

Gambar 2.6 : Review Pengaturan
Gambar 2.6 : Review Pengaturan

Jika ada peringatan bahwa ada port yang terbuka ke internet, bisa kita abaikan. port tersebut nantinya akan kita gunakan untuk mengakses virtual machine yang telah kita buat, hal penting yang perlu diketahui adalah jangan memperlihatkan public ip virtual machine kepada orang lain atau di share di internet.

Langkah Singkat

Langkah - langkah menjelaskan detail fungsi dasar masing - masing konfigurasi yang disediakan pada portal azure. Adapun langkah yang lebih singkat yaitu dengan mengisi form pada konfigurasi dasar seperti di jelaskan pada langkah pertama diatas dengan gambar 2.1. Kemudian klik Review and Create untuk meloncat ke langkah terakhir seperti yang telah dijelaskan dengan gambar 2.6 diatas.

#Linux #Virtual Machine #Ubuntu